Menjalankan bisnis sudah cukup banyak yang harus dipikirkan.
Mencari pelanggan, menjaga kualitas produk, mengatur tim, memikirkan promosi, sampai memastikan operasional tetap berjalan setiap hari.
Tapi ada satu hal yang sering diam-diam menghabiskan banyak waktu:
mengurus supplier.
Hari ini follow up supplier bahan baku.
Besok mengecek stok kemasan.
Lusa mencari perlengkapan dapur.
Belum lagi harus menghubungi supplier lain untuk kebutuhan operasional yang berbeda.
Kalau hanya sesekali mungkin tidak terasa.
Tapi kalau dilakukan hampir setiap minggu, waktu yang terpakai bisa cukup besar.
Padahal, waktu tersebut sebenarnya bisa digunakan untuk hal yang lebih penting: mengembangkan bisnis.
Semakin Sedikit Waktu untuk Purchasing, Semakin Banyak Waktu untuk Bisnis
Coba bayangkan rutinitas owner bisnis yang menggunakan banyak supplier.
Pagi mengecek stok.
Siang follow up pesanan.
Sore mengonfirmasi pengiriman.
Malam masih harus mengecek invoice.
Bukan berarti aktivitas tersebut tidak penting.
Justru semuanya penting.
Masalahnya, terlalu banyak proses kecil bisa membuat owner kehilangan fokus dari pekerjaan yang lebih strategis.
Misalnya:
- Meningkatkan kualitas produk.
- Membuat strategi marketing.
- Mencari pelanggan baru.
- Mengembangkan menu.
- Meningkatkan pelayanan.
- Mengembangkan tim.
Karena itu, efisiensi purchasing bukan hanya soal menghemat uang.
Tetapi juga menghemat waktu dan energi.
Masalahnya Bukan Punya Supplier, Tapi Terlalu Banyak yang Harus Diurus
Memiliki beberapa supplier sebenarnya bukan sesuatu yang salah.
Bahkan, untuk kebutuhan tertentu, bisnis memang membutuhkan supplier yang berbeda.
Namun semakin banyak supplier, semakin banyak pula hal yang perlu dikelola.
Misalnya:
Supplier A untuk bahan baku.
Supplier B untuk kemasan.
Supplier C untuk perlengkapan dapur.
Supplier D untuk kebutuhan kebersihan.
Supplier E untuk produk lainnya.
Sekarang bayangkan jika masing-masing supplier memiliki:
- PIC berbeda.
- Jadwal pengiriman berbeda.
- Minimum order berbeda.
- Metode pembayaran berbeda.
- Sistem komunikasi berbeda.
Bukan hanya produknya yang bertambah.
Pekerjaan administrasinya juga ikut bertambah.
Baca juga: Bisnis di Bali Terus Berkembang, Sudahkah Supplier Kamu Siap Mengikutinya?
Cafe, Restoran, dan Hotel Butuh Supply yang Konsisten
Untuk bisnis HoReCa, ketersediaan produk bukan sekadar urusan purchasing.
Ini berhubungan langsung dengan operasional.
Bayangkan sebuah cafe kehabisan bahan baku yang dibutuhkan untuk menu utama.
Atau restoran harus menunggu perlengkapan tertentu datang sebelum operasional bisa berjalan normal.
Masalah kecil seperti ini bisa berdampak ke banyak hal.
Karena itu, bisnis HoReCa membutuhkan supplier yang bukan hanya menyediakan produk, tetapi juga mampu memberikan konsistensi dalam proses pengadaan.
Mulai dari ketersediaan produk, respons, hingga pengiriman.
Apa Saja yang Bisa Dibutuhkan Bisnis dari Supplier?
Setiap bisnis memiliki kebutuhan yang berbeda.
Namun untuk cafe, restoran, hotel, maupun bisnis F&B lainnya, beberapa kebutuhan berikut biasanya selalu ada.
1. Bahan Baku & Kebutuhan Dapur
Bahan baku merupakan bagian penting dari operasional bisnis kuliner.
Mulai dari bahan masak, frozen food, minyak, susu, sirup, hingga berbagai kebutuhan dapur lainnya.
Ketika kebutuhan tersebut bisa didapatkan dari satu supplier, proses restock menjadi jauh lebih sederhana.
Tidak perlu lagi berpindah-pindah tempat hanya untuk melengkapi kebutuhan dapur.
2. Kemasan & Perlengkapan Bar
Selain bahan baku, bisnis F&B juga membutuhkan berbagai perlengkapan pendukung.
Mulai dari kebutuhan packaging hingga perlengkapan bar.
Kebutuhan seperti ini sering kali terlihat kecil.
Namun kalau harus dicari dari supplier berbeda, koordinasinya bisa menjadi cukup merepotkan.
Dengan supplier yang menyediakan berbagai kategori kebutuhan, proses pembelian menjadi lebih praktis.
3. Kebutuhan Operasional
Operasional bisnis tidak hanya membutuhkan bahan untuk membuat produk.
Ada juga berbagai kebutuhan pendukung seperti produk kebersihan dan perlengkapan operasional lainnya.
Semakin banyak kebutuhan yang dapat dipenuhi dari satu tempat, semakin sedikit koordinasi yang harus dilakukan.
Dan pada akhirnya, owner bisa kembali fokus ke bisnis.
One Stop Supplier: Satu Tempat, Lebih Praktis
Di sinilah konsep one stop supplier menjadi relevan.
Daripada mencari supplier untuk setiap kategori kebutuhan, bisnis dapat bekerja sama dengan satu partner yang mampu menyediakan berbagai kebutuhan operasional.
Tujuannya bukan sekadar membuat belanja lebih mudah.
Tetapi membuat keseluruhan proses pengadaan menjadi lebih sederhana.
Mulai dari:
- Mencari produk.
- Melakukan pemesanan.
- Mengatur kebutuhan.
- Memantau pengiriman.
- Melakukan restock.
Semuanya bisa dikelola dengan lebih praktis.
Baca juga: 5 Kesalahan Purchasing yang Masih Sering Dilakukan Bisnis F&B di Bali
💡 Tips Baiko
Coba catat berapa banyak supplier yang kamu hubungi dalam satu bulan. Lalu hitung waktu yang digunakan untuk chat, follow up, mengecek stok, dan mengurus pembayaran. Angka tersebut bisa menjadi gambaran sederhana tentang seberapa besar biaya koordinasi bisnis kamu.
Lebih Sedikit Koordinasi, Lebih Banyak Waktu untuk Grow
Bayangkan jika sebagian besar kebutuhan operasional bisa dikelola melalui satu supplier.
Tidak perlu membuka banyak chat.
Tidak perlu mengingat banyak nomor PIC.
Tidak perlu mengecek jadwal pengiriman dari berbagai tempat.
Tidak perlu berpindah-pindah platform untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda.
Waktu yang sebelumnya digunakan untuk semua aktivitas tersebut bisa dialihkan ke aktivitas yang lebih penting.
Grow the business.
Karena pada akhirnya, tujuan owner bukan menjadi orang yang paling sibuk mengurus operasional.
Tujuan owner adalah membangun bisnis yang bisa berkembang dengan sistem yang semakin baik.
Baiko, One Stop Supplier untuk Kebutuhan Bisnis
Baiko hadir untuk membantu bisnis menyederhanakan proses pengadaan.
Dengan berbagai kategori produk dan layanan yang ditujukan untuk kebutuhan bisnis, Baiko membantu cafe, restoran, hotel, retail, UMKM, dan berbagai jenis usaha lainnya mendapatkan kebutuhan operasional dalam satu solusi yang lebih praktis.
Mulai dari kebutuhan dapur, bahan baku, perlengkapan, hingga kebutuhan operasional lainnya.
Tujuannya sederhana:
lebih sedikit waktu untuk mengurus supplier, lebih banyak waktu untuk mengembangkan bisnis.
Kesimpulan
Mengurus supplier adalah bagian penting dari bisnis.
Namun bukan berarti owner harus menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan koordinasi dengan banyak supplier.
Semakin kompleks proses pengadaan, semakin banyak waktu dan energi yang ikut terpakai.
Karena itu, menggunakan one stop supplier bisa menjadi salah satu cara untuk membuat operasional lebih sederhana.
Untuk cafe, restoran, hotel, maupun bisnis lainnya di Bali, memiliki partner supplier yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan dalam satu tempat dapat membantu bisnis bekerja lebih efisien.
Karena pada akhirnya, waktu owner seharusnya digunakan untuk mengembangkan bisnis, bukan sibuk mengejar supplier.
Stop Ribet Pindah-Pindah Supplier
Kalau kamu merasa setiap minggu masih terlalu banyak waktu yang habis untuk mencari barang, follow up supplier, dan mengatur kebutuhan operasional, mungkin sudah waktunya menyederhanakan sistem purchasing bisnis kamu.
Baiko siap membantu memenuhi berbagai kebutuhan bisnis dengan solusi pengadaan yang lebih praktis.
👉 Untuk kebutuhan B2B atau pembelian grosir, kamu bisa Konsultasi Gratis melalui WhatsApp dan ceritakan kebutuhan bisnis kamu kepada tim Baiko.
Kalau kebutuhanmu hanya pembelian satuan, langsung kunjungi webstore Baiko.id untuk menemukan berbagai produk dengan proses belanja yang lebih praktis.
Baiko — One Stop Supplier untuk semua kebutuhan bisnis kamu.
Baca juga: Efisiensi Operasional Jadi Kunci Bisnis HoReCa di Bali, Mulai dari Pengadaan Barang


